Dibawah Kepemimpinan Gubernur Yulius, Ekonomi Sulut Meroket, Rakyat Makin Sejahtera

oleh -12 Dilihat
oleh

Detotabuan.com,SULUT – Di saat ekonomi global masih dibayangi ketidakpastian, Sulawesi Utara justru menunjukkan performa yang solid. Provinsi yang dijuluki Nyiur Melambai ini berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi impresif sepanjang 2025, dibarengi perbaikan ketenagakerjaan, penurunan kemiskinan, serta ketimpangan yang kian menyempit.

Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara mencatat, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp 204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 113,66 triliun. Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini ditopang kuat dari sisi produksi. Industri pengolahan tampil sebagai sektor dengan laju tertinggi, mencatat pertumbuhan 9,97 persen, sekaligus menegaskan peran penting hilirisasi dalam struktur ekonomi daerah.

Baca Juga :  Pemkot Kotamobagu Sabet Penghargaan: Terbaik dalam Statistik Sektoral Responsif dan Kolaboratif

Dari sisi pengeluaran, lonjakan tajam terjadi pada ekspor luar negeri yang melesat hingga 28,42 persen, mencerminkan meningkatnya daya saing produk Sulut di pasar global.

Performa ekonomi Sulut semakin agresif di penghujung tahun. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (year on year). Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi bintang utama dengan pertumbuhan fantastis 20,67 persen, seiring bangkitnya pariwisata dan geliat UMKM kuliner.

Secara kuartalan, pertumbuhan bahkan menembus 7,02 persen (quarter to quarter). Dorongan terbesar datang dari belanja pemerintah yang meningkat 21,75 persen, serta lonjakan sektor jasa lainnya yang tumbuh 20,61 persen.

Kabar baik tak berhenti di angka pertumbuhan. Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja Sulut pada November 2025 mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibanding Agustus. Penduduk yang bekerja tercatat 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak.

Baca Juga :  Menanti Gebrakan Ekonomi YSK - Victory, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut Terpilih 2025 - 2030

Kualitas pekerjaan pun menunjukkan perbaikan. Porsi pekerja formal naik menjadi 46,93 persen, menandakan stabilitas kerja yang makin baik.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau menurun 0,21 persen poin.
Dari sisi kesejahteraan, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun dibanding Maret. Penurunan cukup signifikan terjadi di wilayah perkotaan yang kini berada di angka 3,95 persen, meski wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen.

Ketimpangan pengeluaran juga terus menurun. Gini ratio Sulut tercatat 0,341, lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen total pengeluaran masyarakat.

Baca Juga :  Kunjungi Jepang, Bupati Sachrul Paparkan Berbagai Potensi Boltim

Menanggapi capaian ini, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak cepat berpuas diri. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, forkopimda, swasta, dan masyarakat untuk menjaga momentum pertumbuhan.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Dengan fondasi pertumbuhan yang kuat, lapangan kerja yang terus bertambah, serta ketimpangan yang kian terkendali, Sulawesi Utara menatap 2026 dengan optimisme menuju pembangunan yang menyejahterakan dan berkelanjutan. (***)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.