Pesan Tegas Gubernur Yulius di Apel 2026: ASN Harus Tahu Tupoksi dan Mengabdi dengan Ikhlas

oleh -54 Dilihat
oleh

Detotabuan.com,SULUT – Mengawali tahun kerja 2026, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) memimpin Apel Kerja Perdana di halaman Kantor Gubernur Sulut, Senin (5/1/2026). Apel tersebut diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) serta pimpinan Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Apel perdana ini menjadi momentum penegasan kembali disiplin dan etos kerja aparatur pemerintah daerah. Kegiatan diawali dengan pengabsenan seluruh SKPD, yang disebut Gubernur sebagai langkah sederhana namun penting untuk menanamkan kedisiplinan sejak hari pertama kerja di tahun baru.

Dalam arahannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa pengabdian ASN seharusnya berangkat dari keikhlasan, bukan semata-mata keinginan untuk dinilai atau diawasi atasan. Menurutnya, sikap tersebut menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik.

Baca Juga :  Dusta Pejabat dan Sengsara Rakyat

“Mau berbakti dengan terus ikhlas saja, tidak usah ingin dinilai,” ujar Gubernur Yulius di hadapan ribuan ASN yang mengikuti apel.

Gubernur menegaskan bahwa setiap ASN sejatinya sudah memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Karena itu, ia meminta para aparatur bekerja secara mandiri dan bertanggung jawab, tanpa harus terus-menerus diarahkan.

“Jangan mau ingin diawasi, jangan mau dimandorin, karena kita semua sudah tahu tugas pokok kita masing-masing,” tegasnya.

Meski demikian, Gubernur Yulius mengingatkan agar ASN tidak ragu untuk berkomunikasi dengan pimpinan jika menemui kebingungan dalam menjalankan tugas. Menurutnya, bertanya justru menunjukkan keseriusan dan tanggung jawab dalam bekerja.

“Kalau belum tahu tugas pokok dan fungsi, tanya pemimpinmu. Pak, Bu, apa tugas saya? Supaya tidak bingung sendiri,” katanya.

Baca Juga :  Tatap Muka Komponen Lolak, Penjabat Bupati Tampung Keluhan Warga

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti masih adanya ASN yang belum memanfaatkan jam kerja secara optimal. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan belum sepenuhnya dipahami peran ASN sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

“Kita harus seirama, seperbuatan, seucapan, sepemikiran untuk mengabdi kepada rakyat,” ujar Gubernur Yulius.

Ia menambahkan bahwa keselarasan sikap dan tindakan antar ASN menjadi kunci terciptanya birokrasi yang efektif dan dipercaya publik. Tanpa kesadaran kolektif, menurutnya, pelayanan kepada masyarakat tidak akan berjalan maksimal.

Menutup arahannya, Gubernur Yulius kembali menegaskan nilai keikhlasan sebagai prinsip utama dalam bekerja. Ia berharap tahun 2026 menjadi momentum peningkatan kinerja ASN Sulut, tidak hanya dari sisi administrasi, tetapi juga dari dedikasi dan integritas.
“Jangan mau ingin dinilai, bekerja saja dengan ikhlas,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dari Mimbar Natal GMIM Eben Haezar, Gubernur Yulius Serukan Solidaritas untuk Korban Bencana

(Tio)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.