Abrasi Gerus Pantai Busisingo Utara, Bupati dan Wabup Boltara Siapkan Langkah Penyelamatan

oleh -45 Dilihat
oleh

Detotabuan.com,BOLTARA – Abrasi kembali menggerus kawasan pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara). Kali ini, Pantai Busisingo Utara, yang berada di Kecamatan Sangkub, menjadi titik terparah terdampak hantaman ombak laut yang kian hari makin agresif, terutama saat cuaca ekstrem melanda.

Dari pantauan di lapangan, garis pantai terlihat terus mundur. Sebagian bibir pantai amblas, sementara di beberapa titik terjadi longsor kecil. Air laut pun mulai masuk ke daratan, mengancam lahan pertanian hingga permukiman warga.

Jika kondisi ini dibiarkan, abrasi diprediksi akan semakin meluas dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih serius.

Melihat situasi tersebut, Bupati Boltara Dr. Sirajudin Lasena bersama Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh langsung turun ke lokasi pada Kamis (8/1/2026).

Kunjungan itu dilakukan untuk meninjau langsung titik-titik yang paling parah terdampak abrasi, sekaligus membahas langkah penanganan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I.

Baca Juga :  Tukar Pendapat Soal Perangkat dan Program IT, Diskominfo Bolmong Terima Kunjungan DPRD Mitra

“Ini bukan sekadar soal lingkungan, tapi menyangkut keselamatan warga. Kami tidak akan tinggal diam. Kami akan segera berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan BWS agar ada langkah nyata yang bisa segera dilakukan,” tegas Bupati Sirajudin di sela-sela peninjauan.

Ia menambahkan, abrasi yang terus berlangsung dapat mengancam rumah-rumah warga dan fasilitas umum jika tidak segera ditangani secara komprehensif.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar ada pembangunan pengaman pantai yang sesuai dengan kondisi geografis wilayah tersebut.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Moh. Aditya Pontoh menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan menyiapkan laporan lengkap terkait dampak abrasi di Busisingo Utara.

Laporan tersebut akan mencakup data kerusakan, luas area terdampak, hingga potensi risiko ke depan.

Baca Juga :  Kadisnakertrans Kotamobagu Ajukan Surat Pengunduran Diri, Ada Apa?

“Data ini penting sebagai bahan kajian teknis. Kami ingin penanganannya tidak asal-asalan, tapi berbasis perhitungan yang matang,” ujar Aditya.

Ia juga meminta camat, sangadi, serta perangkat desa untuk aktif memantau perkembangan abrasi dari waktu ke waktu.

Menurutnya, laporan rutin dari aparat desa sangat dibutuhkan agar pemerintah bisa mengambil langkah cepat jika terjadi kondisi darurat.

Sementara itu, Kepala Desa Busisingo Utara, Sahrir Hassan, SE, mengungkapkan bahwa abrasi ini tidak hanya menggerus pantai, tetapi juga sudah berdampak pada sektor pertanian.

Air laut dilaporkan telah masuk ke area sawah warga, dengan luas terdampak mencapai sekitar 20 hektare.

“Air laut sudah masuk ke sawah warga. Ini sangat mengganggu mata pencaharian mereka,” kata Sahrir.

Baca Juga :  Rakor BLUD Kesehatan, Bupati Sirajudin Dorong Efisiensi dan Penguatan Layanan

Tak hanya itu, ratusan pohon kelapa milik warga juga tumbang akibat abrasi.

Padahal, pohon-pohon tersebut selama ini berfungsi sebagai penahan alami ombak sekaligus menjadi sumber penghasilan utama masyarakat pesisir.

Menurut Sahrir, keluhan terkait abrasi ini sebenarnya sudah disampaikan warga sejak lebih dari 10 tahun lalu, baik melalui Musrenbang maupun saat reses anggota DPRD.

Namun hingga kini, penanganan yang dilakukan belum sesuai harapan.

“Setiap tahun, kami selalu waspada, terutama antara Desember sampai Februari. Ombak besar datang, abrasi makin cepat,” ujarnya.

Ia bahkan mengingatkan, bahwa jika abrasi terus dibiarkan tanpa penanganan serius, dampaknya bisa sangat fatal.

“Kalau tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin Desa Busisingo Utara bisa hilang dari peta,” tutupnya.

(Ipul)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.