Detotabuan.com,BOLSEL – Kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) dimanfaatkan Gubernur Sulut Yulius Selvanus untuk meninjau gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah Bolaang Mongondow Selatan yang baru.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam melayani masyarakat di daerah tersebut.
Saat peninjauan, Gubernur turut didampingi Bupati Bolsel Iskandar Kamaru bersama Wakil Bupati Deddy Abdul Hamid, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Gubernur mengatakan, ia sudah cukup mengenal kondisi RSUD Bolsel sejak awal pembangunan. Bahkan menurutnya, perubahan yang terjadi saat ini cukup signifikan jika dibandingkan dengan kunjungannya pada beberapa waktu lalu.
“Saya tahu persis rumah sakit ini. Pada kunjungan sebelumnya belum seperti sekarang,” ujar Gubernur Yulius saat meninjau area rumah sakit.
Menurutnya, pembangunan RSUD Bolsel merupakan hasil kerja sama dan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi.
Ia menyebut, proses tersebut juga melibatkan komunikasi intensif dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, guna mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan di wilayah tersebut.
Saat ini, lanjut dia, bangunan rumah sakit sudah terlihat cukup representatif dan megah. Namun, masih ada sejumlah hal yang perlu dilengkapi agar pelayanan kesehatan dapat berjalan lebih optimal.
Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan fasilitas medis dan tenaga dokter.
“Rumah sakitnya sudah bagus. Tinggal fasilitas kita lengkapi dan tenaga dokter ditambah. Saat ini di sini baru ada sekitar tujuh dokter,” katanya.
Ia menilai, keberadaan dokter yang memadai sangat penting agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara maksimal, terutama bagi warga di wilayah selatan Bolaang Mongondow Raya yang membutuhkan akses layanan medis yang lebih dekat.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga medis tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berencana menggandeng Universitas Sam Ratulangi dalam menyiapkan sumber daya dokter bagi daerah-daerah di Sulawesi Utara.
Melalui program tersebut, pemerintah akan membiayai pendidikan dokter bagi putra-putri daerah yang nantinya diharapkan kembali mengabdi di wilayah masing-masing.
“Nanti setiap daerah akan ada tiga orang yang dibiayai untuk sekolah dokter. Kuotanya sekitar 50 orang dan Bolsel juga termasuk,” jelas Yulius.
Ia menegaskan, penguatan sektor kesehatan menjadi salah satu fokus penting pemerintah daerah bersama pemerintah provinsi.
Kehadiran RSUD Bolsel diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat sekaligus memperluas akses pelayanan medis di daerah.
Menurutnya, dengan dukungan fasilitas yang memadai dan tenaga medis yang cukup, rumah sakit tersebut dapat menjadi pusat layanan kesehatan yang diandalkan oleh masyarakat Bolsel dan wilayah sekitarnya.
“Kita ingin rumah sakit ini benar-benar memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.






