FPMI Dideklarasikan, Bung SAS Salah Satu Presidium Nasional

0
82
Bung SAS saat Diskusi dengan Media di Jakarta, lewat Konferensi Pers.

JAKARTA, DETOTABUAN.COM – Puluhan anak muda dari berbagai daerah dan lintas partai politik (parpol), yang berbeda resmi membentuk Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI).

Deklarasi FPMI ini disampaikan di Pullman Thamrin Hotel, Jakarta (17/09/2022). Sehari sebelumnya mereka melakukan Konsolidasi Nasional untuk menguatkan strategi dan konsep FPMI ke depan.

FPMI ini memiliki 20 orang Presidium Nasional yang ke depan akan membentuk kepengurusan hingga wilayah dan daerah.

Yoel Yosaphat, Legislator muda asal Bandung terpilih menjadi Koordinator Presidium Nasional. Dalam konferensi persnya menyatakan bahwa FPMI memiliki misi dan keresahan bersama anak muda terkait berbagai gejala pentas demokrasi selama ini.

“Kita mendorong lahirnya afirmatif action untuk Kouta pemuda 20 persen dalam partai maupun kontestasi politik. Pula pembatasan masa jabatan bagi anggota legislatif, sebagaimana jabatan politik lainnya”, terang Legislator PSI tersebut.

Yoel juga menambahkan bahwa regenerasi kepemimpinan muda dalam politik dan jabatan publik harus terus digencarkan, salah satu caranya melalui afirmatif action tersebut.

FPMI Nasional

“FPMI juga senantiasa akan menjadi kelompok yang akan menentang segala bentuk money politic, black Campaign, politik identitas, polarisasi politik, dan hoax Campaign yang selama ini mencederai demokrasi kita. Tentu juga menghambat anak muda yang memiliki kompetensi tapi tak punya kuasa modal,” ungkapnya, yang juga Ketua PSI dan anggota DPRD Kota Bandung.

FPMI juga ke depan akan melakukan berbagai pendidikan politik agar para anak muda mampu lebih meningkatkan partisipasinya serta menembus parlemen dengan politik gagasan.

Pada kesempatan itu, salah satu politisi muda partai kebangkitan bangsa (PKB) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Rudy Satria Mandala Bonuot, salah satu presidium nasional FPMI.

Bung Sas, nama sapaanya mengatakan forum ini dibentuk untuk mengawal demokrasi, dan menjaga Marwah serta nilai – nilai reformasi tahun 98 yang dirintis oleh para politisi senior sebelumnya.

“Kami ingin partai politik dijadikan sebagai alat penyambung untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” katanya, yang juga politisi muda PKB Bolmong.

Bung SAS, ditengah – tengah Politisi muda nasional.

Dalam Konferensinya, Bung Yoel dan Bung Sas menegaskan forum ini juga akan mengadvokasi dalam penguatan peran pemuda dalam politik nasional. Dimana baik penguatan di internal partai maupun di parlemen dan eksekutif.

“Kami juga tentu akan terus melakukan kaderisasi bagi politisi muda di seluruh tanah air. Terutama di Sulut kami akan bentuk demi mewujudkan kader politisi muda untuk bangkit bersama rakyat,” tandas keduanya. (Yono/*).

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.