Tak Sekadar Latihan Kerja, BLK Disiapkan Jadi Pusat Talenta Nasional

oleh -25 Dilihat
oleh

Detotabuan.com,SURAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan transformasi besar terhadap Balai Latihan Kerja (BLK) agar perannya makin relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri yang terus berubah.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, BLK ke depan tidak lagi sekadar menjadi tempat pelatihan teknis, tetapi berkembang sebagai pusat pengembangan talenta, produktivitas, hingga wirausaha.

Transformasi tersebut mencakup penguatan fungsi BLK sebagai Klinik Produktivitas, Talent and Innovation Hub (TIH), serta inkubator bisnis.

Langkah ini ditempuh agar manfaat pelatihan vokasi benar-benar dirasakan masyarakat, baik untuk masuk ke dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.

“Transformasi BLK ini kami arahkan supaya keterampilan yang dipelajari benar-benar nyambung dengan kebutuhan industri. Dunia kerja berubah cepat, dan pelatihan harus mengikuti perubahan itu,” ujar Yassierli saat mengunjungi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga :  Bupati Audiens dengan Warga Mopugad

Menurut Yassierli, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperkuat kolaborasi dengan perguruan tinggi dan kalangan akademisi. Sinergi ini diharapkan mampu menyelaraskan kompetensi sumber daya manusia dengan kebutuhan industri terkini, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami akan mengajak dunia kampus menjadikan BLK sebagai Klinik Produktivitas. Di sini, kebutuhan industri bisa dijawab melalui pelatihan yang relevan, seperti green jobs, smart creative IT skills, hingga smart operation,” jelasnya.

Tak hanya itu, peran BLK juga diperluas sebagai Talent and Innovation Hub. Dalam skema ini, BLK akan menjadi pusat pengembangan talenta, termasuk bagi penyandang disabilitas, sekaligus mendorong peningkatan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Yassierli menilai penguatan fungsi tersebut penting agar BLK menjadi ruang yang inklusif dan berdampak luas. Dengan konsep baru ini, BLK tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun mindset produktif dan inovatif.

Baca Juga :  Finalis Nanu' - Uyo’ Diminta Jaga Persaudaraan

Selain fokus pada pelatihan, Kemnaker juga menyiapkan BLK sebagai inkubator bisnis. Masyarakat yang ingin terjun ke dunia wirausaha akan mendapat pendampingan sejak tahap awal, mulai dari penentuan ide usaha hingga strategi pemasaran.

“Yang mau mulai usaha akan dibantu menentukan ide bisnis, melihat siapa kompetitornya, menyusun model bisnis, strategi pengembangan, sampai ke pemasarannya,” kata Yassierli.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan yang perlu dibenahi agar BLK memberikan dampak yang lebih besar.

Tantangan tersebut meliputi keterbatasan jumlah penerima manfaat, efisiensi biaya operasional, sistem penjaminan mutu pelatihan, pembaruan kurikulum, transparansi rekrutmen peserta, hingga pelacakan data lulusan.

“Optimalisasi BLK ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kualitasnya. BLK harus lebih efisien dan efektif dalam menjawab tantangan pengangguran,” tegas Yassierli.

Baca Juga :  TB-NK Hadiri Malam Resepsi HUT ke-78 Republik Indonesia

Dengan transformasi ini, pemerintah berharap BLK mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja nasional sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha yang lebih luas bagi masyarakat.

(Tio)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.