Warga Terdampak Bencana Mulai Terkena Penyakit Gatal-gatal

0
32
Pemeriksaan Warga Terdampak Banjir di Pokso Kesehatan Desa Pangi, Kecamatan Sang Tombolang. (Foto: David Sumilat)

 

BOLMONG,DETOTABUAN.COM—  Sejumlah warga terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Desa Domisil, Pangi dan Pangi Timur, Kecamatan Sangtombolang, mulai diserang penyakit.

Seorang petugas medis di posko kesehatan Desa Pangi, ditemui Jumat (6/4) pekan lalu mengungkapkan, sebagian besar warga yang berobat, mengeluhkan penyakit kulit di tubuhnya. “Kebanyakan mengeluh gatal-gatal,” katanya petugas medis yang enggan menyebutkan namanya.

Selain itu, kata dia, ada juga warga yang mengeluhkan demam, masuk angin, dan diare, namun tak banyak. “Gatal-gatal dominan. Kan di sini masih terbatas air bersih. Bisa jadi warga kurang mandi atau membersihkan tubuhnya dengan air bersih, karena air di sini masih keruh, sementara di rumah mereka masih terendam lumpur,” jelasnya.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bolmong Yusuf Detu, “Diare juga ada keluhan. Kebanyakan untuk lansia mengeluhkan hipertensi, susah bernafas, dan penyakit ringan lain,” ucapnya.

Dari posko kesehatan, tercatat sudah ratusan warga yang datang berobat. Hingga terik menyengat siang itu, petugas di posko kesehatan masih sibuk melayani pasien ulah banjir bandang yang terjadi Rabu (4/3) dini hari lalu. “Hampir semua usia. Baik anak, dewasa maupun orang tua. Tidak sedikit juga yang lansia,” kata Yusuf.

Berdasarkan pantuan, rumah-rumah penduduk yang terdampak banjir. Di tengah aktivitas mereka membersihkan rumah yang terendam lumpur, mobil pemadam kebakaran naik turun ke rumah-rumah, menyalurkan air bersih.

Gentong-gentong kosong, terparkir di depan rumah masing-masing, siap untuk diisi air bersih. “Tiap hari kami isi. Ada bahkan tong besar kami isi juga. Meski sedikit-sedikit, semua rumah kami salurkan,” ucap petugas berseragam Damkar.

Sementara itu, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow menyebut, pemerintah daerah tengah bekerja keras menyalurkan air bersih ke rumah-rumah penduduk. Sungai yang menjadi sumber air bersih, kini sudah keruh akibat banjir. Lumpur bahkan menggenangi sumur-sumur warga, alhasil, air bersih menjadi barang langka yang jadi incaran.

“Kami kerahkan mobil damkar untuk stok air bersih. Apalagi, Walikota Kotamobagu sudah memberikan bantuan satu unit mobil Damkar untuk ditempatkan di lokasi bencana. Kita upayakan air bersih yang terpenting,” tutur Yasti di Posko Bencana di Desa Dominsil.

Selain masalah kesehatan, kerugian yang dialami pada peristiwa itu mencapai miliaran rupiah. Dari data yang dirangkum Posko Bencana tercatat, perkiraan kerugian hampir mencapai Rp3 miliar.

Dengan rincian, Desa Dominsil Rp1,2 miliar, Pangi Induk Rp207 juta, dan Pangi Timur Rp1,3 miliar. Sedangkan korban terdampak banjir mencapai 746 jiwa, korban hanyut tiga orang namun dua di antaranya berhasil selamat, sedangkan satunya meninggal dunia. (Ind)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.