DBD ‘Serang’ Mogoyunggung, Pemerintah Dinilai Tak Proaktif 

0
425
DBD ‘Serang’ Mogoyunggung, Pemerintah Dinilai Tak Proaktif 
BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Warga Mogoyunggung Kecamatan Dumoga Timur, sangat menyayangkan sikap Pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong yang dinilai tidak proaktif mengatasi kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di desa tersebut.
“Sudah ada 20 orang warga yang masuk rumah sakit karena menderita DBD, namun hingga saat ini Dinkes belum juga menurunkan tim melakukan fogging,” ujar salah satu warga Desa Mogoyunggung, Alex Umboh.
Ia meminta, Dinkes tidak menganggap enteng persoalan ini, jangan sampai sudah ada korban baru bertindak. “Apa harus tunggu ada yang meninggal baru pemerintah (Dinkes) mau bertindak? Ini bukan penyakit bisa, ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolmong, Drg Rudiawan membantah dikatakan tidak proaktif melihat persoalan DBD di Desa Mogoyunggung.
“Sudah ada tim yang turun, aktivitas foging kita maksimalkan dengan menurunkan 6 alat fogging sekaligus,” jelasnya.

Disisi lain, Rudiawan berharap kiranya warga juga turut membantu pemerintah mencegah DBD, dengan cara 3M Plus yaitu,  Menguras, Menutup dan Mendaur ulang barang bekas.

“Menguras adalah membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampuangan air, seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, dan penampungan air lemari es, kemudian menutup rapat-rapat sejumlah tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain-lain, dan yang terkahir adalah mendaur ulang barang bekas, sehingga tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk,” pungkas Rudiawan.
Diketahui berdasarkan data Dinkes Kabupaten Bolmong, dalam kurun 5 bulan terakhir (Januari-Mei 2016) sudah ada 97 Kasus DBD yang terjadi di Kabupaten Bolmong.
(Tr2)