PLN Dituding Lakukan Penipuan

0
330
Ilustrasi PLN

LOLAK,DETOTABUAN.COM – Sejumlah warga kecamatan Lolak, menuding Perusahan Listrik Negara (PLN) lakukan penipuan. Diantaranya Frans Sohilait warga Desa Baturapa 2 (Dua). Ia mengatakan, biaya pencatatan penggunaan listrik yang diberikan oleh petugas PLN tidak sesuai dengan besaran penggunaan listrik yang tertera dalam meteran miliknya.

Bahkan, yang anehnya juga saat ia melakukan konfirmasi langsung ke kantor PLN, mereka (pihak PLN,red) mengakui hal tersebut adalah kesalahan petugas. Tapi, dirinya tetap diminta untuk membayar seperti yang ada dalam catatan yang diberikan oleh petugas PLN.

“Ini termasuk penipuan. Sudah diakui bahwa kesalahannya ada dipencatatan petugas. Tapi, saya tetap diminta untuk membayar kelebihan pencatatan itu. Masalah kesalahan pencatatan petugas diminta dibayar pelanggan ini kan lucu,” ungkap Frans.

Menurut warga asal Ambon yang sudah berpuluh tahun berada di Kecamatan lolak ini, beberapa bulan belakangan ini biaya yang dibayar olehnya sudah bertambah lebih dari dua kali lipat.

“Meteran saya cuma 450 KWH. Biasanya yang saya bayar itu hanya 18 000 sampai 35 000. Tapi sejak februari hingga sekarang sudah naik hingga 136 000. Saya curiga para petugasnya hanya mencatat diatas meja kantor tanpa melakukan pengecekan dilapangan,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, bahkan menurut pihak PLN ada tumpukan 2450 KWH yang harus ia bayarkan. Padahal selama ini dirinya tidak pernah ada tunggakan ke PLN. “Jadi saya harus bayar 1.031.450, ini yang saya heran. Selama ini saya tiada ada tunggakan,” terangnya.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum bisa dikonfirmasi. (*)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.