Sejarah Kepemimpinan Mokodompit (Di Bolmong) Akhirnya Berulang Setelah 68 Tahun

0
584

Oleh : Firasat Mokodompit

KEPEMIMPINAN ADALAH TELADAN merupakan semboyan kebanggaan yang dialamatkan pada pemerintahan Olly Dondokambey – Steven Kandouw (ODSK), selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.

Bolmong sebagai daerah otonom, pada minggu 22 Mei 2022 kemarin, laksanakan pergantian Kepemimpinan, dari YSM- YRT periode 2017 – 2022 kepada Ir. Limi Mokodompit, MM yang diberi kepercayaan oleh Gubernur, sebagai Penjabat Bupati Bolmong.

Euforia kegembiraan rakyat mongondow lampaui Ekspektasi publik, dimana salah satu putra terbaik mongondow Limi Mokodompit, diapresiasi masyarakat sebagai reinkarnasi sosok bupati pertama bolaang mongondow bersatu bermarga Mokodompit yakni Abo’ Frans Papunduke Mokodompit (1949-1954). Sejarah terulang kembali setelah 68 tahun.

Nuansa Prosesi Oadatan In Bolaang Mpngondow berjalan baik dan ini merupakan Tradisi peralihan kepemimpinan begitu elok dan elegan.

YSM – YRT dilepas secara adat, sementara Pejabat Bupati baru Limi Mokodompit dan istri diterima secara adat Mongondow dan diberi gelar “Kolano“.

Ini keteladanan, contoh bagus untuk generasi Bolaang Mongondow, dengan tetap lestarikan Budaya, juga melegitimasikan bahwa Prosesi Lepas dan jemput adat harus dilakukan untuk hormati leluhur juga menanamkan jiwa Patriot dengan memberi gelar dan angkat sebagau panggulu Pemangku Adat Tertinggi di Bolaang Mongondow.

Gelar adat dan penganugerahan sebagai pemangku adat tertinggi adalah perisai sosok pemimpin Bolaang Mongondow, bahwa gelarnya dan jabatannya harus dihargai dan dihormati.

Tradisi Patriotik junjung Oadatan (Prosesi adat.red) dan hormati Gelar dan status Panggulu (Bupati) harus di lestarikan, karena Adat bersandikan Syariah dan Kitabullah, hingga tidak sekedar wacana namun harus di implementasikan sebagai hukum tidak tertulis.

Inilah ciri khas Bolaang Mongondow, sebagai daerah adat, Siapapun yang hidup bermasyarakat di Bolmong, harus patuh dan taat tentang oadatan dan tradisi leluhur yang hingga kini tetap dipertahankan.

KUNTUNG AKUOY BAK BUATON KU IN MOIKO

Semboyan paloko kinalang leluhur in bolaang mongondow bahwa “DUKUNG PAKITA SUPAYA KITA ANGKA PANGONI” masih relevan diterapkan, walau kadang hanya lips, karena sulit di wujudkan.

Modernisasi perlemah Ornamen – ornamen adat, sehingga dibutuhkan pemimpin yang miliki kepedulian tentang Oadatan dan penunjukan Ir. Limi Mokodompit, MM pertegas bahwa oadatan harus dijadikan sumber hukum dan inspirasi dalam proses pengambilan keputusan.

Setahu saya, Limi Mokodompit sangat piawai dalam menjaga Oadatan itu, karena dalam kesehariannya beliau selalu berbahasa Mongondow, serta Menguasai bahasa Inggris aktif dan bahasa Jawa hingga beliau sering dipanggil Pakde Limi… (Bersambung).

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.