Diduga Alami Gizi Buruk, Nabil Djiba Meninggal Dunia

0
325
ilustrasi

BOLMUT,DETOTABUAN.COM Malang benar yang dialami Nabil Djiba, Balita yang baru berusia 26 Bulan, Anak kelima pasangan Hardin Djibu dan Maryam Hanuli warga Atinggola yang kini berdomisili di Desa Bunia Kecamatan Bintauna, akhirnya meninggal Dunia, usai mendapat perawatan intensif Di Rumah Sakit Umum Darurat (RSUD) Bolmut, akibat mengalami gizi buruk.

Menurut Direktur RSUD Bolmut dr Firiana Ekawati Akub, pasien gizi buruk Nabil Djiba merupakan pasien rujukan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bintauna yang dirujuk ke RSUD Bolmut, sejak Kamis (31/3) dan meninggal hari jumat esok harinya.

“Penyakit gizi buruk yang dialami Nabil Djiba adalah penyakit penyerta atau bawaan, saat di RSUD pasien terlihat sudah drop dan mengalami penurunan daya tahan tubuh,” Ungkap Akub.

Sementara itu, penanggung jawab Gizi Puskesmas Bintauna Sesilia Samuel saat dihubungi beberapa waktu lalu mengatakan, pasien sering pindah domisi, di Manado Pun mereka sempat tinggal lama.  Selama disana, menurut pengakuan orang tuanya, Nabil tak pernah mendapatkan imunisasi.

“Gizi buruk diakibatkan oleh penyakit penyerta atau saspek tibi paru dikarenakan faktor makanan dan pola asuh. Itu bisa diobati dengan cara terapi medis, obat dan pola makan yang bergizi,” Terang Samuel.

Sementara itu, Anggota Dewan Kabupaten (Dekab), Bolmut, Aktrida Indah Datunsolang sangat menyayangkan adanya penderita gizi buruk di Kabupaten lumbung padi. “Seharusnya Masyarakatnya sudah sejahtera bukannya mengalami penyakit gizi buruk apalagi daerah kita adalah wilayah lumbung beras di Sulut,” Ujar Datunsolang.

Terpisah, Kepala Dinkes Bolmut dr Jusnan C Mokoginta melalui Kabid Pelayanan Kesehatan (Pelkes), Sofyan Mokoginta SKM, menceritakan, Jumat malam tepatnya jam satu dinihari, petugas RSUD mengabarkan jika orang tua pasien bermohon pulang namun dirinya tetap menahan pasien hingga Jumat esoknya.

“Orang tua pasien bukan orang Bolmut, hanya saja karena berada disini, Dinkes tetap melakukan perawatan. Boleh dicek pada sangadi,” Ungkapnya.

Mokoginta Pun, menyalahkan orang tua pasien, karena tidak pernah memberikan imunisasi terhadap anaknya selama 1 tahun. Bukan itu saja, proses persalinannya pun hanya dilakukan pada dukun dan tidak melibatkan medis.

“Orang tuanya hanya diam ketika kami menanyakan soal itu. Ini bukan kesalahan RSUD, Puskesmas ataupun Dinkes Bolmut tapi murni kesalahan orang tua,” Jelasnya. (Eky)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.