90 Persen Warga Togid Belum Punya Jamban

0
585
Tampak Aktifitas MCK Warga Togid Dusun VI
Tampak Aktifitas MCK Warga Togid Dusun VI
BOLTIM, DETOTABUAN.COM – Warga desa Togid dusun 6, Kecamatan Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur, harus memanfaatkan sungai sebagai tempat buang air besar (hajat).
“Yah memang kami di sini, tidak mempunyai jamban. Jadi setiap kali buang air besar langsung di Sungai Guson yang mengalir tepat di belakang rumah,” ujar Tamsir (50), Senin (31/7).
Kata dia, kuola ini juga bisa dipakai untuk mandi serta cuci pakaian. Walaupun sering mengalami gatal-gatal, tetapi tidak dipedulikan, sebab hanya air itu yang bisa dikomsumsi.
“Sering saat mandi, kotoran lewat di samping. Tapi harus bagaimana. Hanya ini sumber air yang harus dipakai,” kata dia.
Tamsir berharap, adanya bantuan dari Pemerintah daerah, untuk membangun jamban serta ketersedian air bersih.
Sangadi desa Togid Adi Makalunsenge saat di konfirmasi sejumlah media mengatakan warga yang tinggal di dekat Sungai Guson sekitar 146 kepala keluarga.
“Hampir 90 persen, mereka yang tinggal disekitar sungai tidak memiliki jamban untuk buang air besar dan mandi,” ujar Adi Makalunsenge.
Kata dia, untuk pemerintah desa Togid tahun ini belum dianggarkan untuk pembangunan jamban, tetapi 2018 sudah akan dianggarkan. Sedangkan ketersedian air bersih, sementara melaksanakan jaringan pipa.
Tambah Adi, waktu lalu pihak dinas kesehatan sudah melaksanakan sosialisasi mengenai MCK.
“Kalau tidak salah sosialisasi yang dilakukan April-Mei,” ujar dia lagi.
Sementara Kepala Bidang Cipta Karya Kabid Fauzy Ambarak mengatakan, belum ada pembangunan jamban atau MCK di dinas Pekerjaan Umum tahun 2017, yang ada hanya Sistem Pengelohan air limbah.
“Waktu lalu memang ada pembangunan MCK ditiap desa, kendalannya pada pemeliharaan. Warga sering saling menolak untuk membersihkan. Bukan hanya itu saja, pantai dan sungai masih jadi pilihan utama untuk buang air besar, walaupun sudah memiliki WC,” ujar Fauzy Ambarak.
Tambahnya, program dari Dinas Pekerjaan Umum sistem pengelohan air limbah tahun 2017 hanya ada di tujuh desa.
“Jadi warga hanya menyediakan Clouset. Selanjutnya menjadi pekerjaan dinas untuk menyiapkan pipa dan lainnya,” ujar dia. (*/Fhersa)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.