Februari Tes CAT, Kartu Ujian CPNS Mulai Disalurkan

0
30

BOLMONG,DETOTABUAN.COM— Kartu ujian untuk 1.717 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2019 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), mulai dibagikan oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Senin (19/01/20).

Ratusan pejuang NIP di Bolmong mulai memadati kantor BKPP sejak Pukul 08.00 Wita. “Mulai hari ini BKPP telah melayani pengambilan kartu ujian. Sedangkan jadwal yang kuta tetapkan pengambilan kartu sampai dengan Pukul 16.00 Wita,” kata Sekretaris BKPP Abdussalam Bonde.

Menutnya, jadwal pun ditetapkan mulai tanggal 20 hari ini hingga 21 besok untuk tenaga pendidik (guru). Sementara untuk tenaga kesehatan dan teknis 22 Januari 2020.

“Bagi pelamar ketika dalam pengambilan kartu wajib membawa e-KTP asli. Namun, untuk pelamar yang berasal dari luar Sulut tetap menunjukkan dokumen minimal print out KTP asli. Tapi untuk pelamar yang tidak bisa menunjukkan dokumen yang diminta maka kartu ujian tidak bisa diberikan,” tegas Bonde.

Sementara itu, Kepala BKPP Bolmong Umarudin Ambah mengatakan, untuk  pengambilan kartu ujian, harus yang bersangkutan atau bisa diwakili dengan syarat pelamar tidak berada di wilayah domisili atau di Sulawesi Utara.

Sedangkan, untuk lokasi seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS 2019 akan dilaksanakan di Desa Lolak, Kecamatan Lolak. “Lokasi pelaksanaan SKD akan digelar di kantor BKPP. Kami sudah menyiapkan gedung khusus CAT (Computer Assisted Test),” katanya.

Pelaksanaan tes CAT digelar di gedung BKPP Bolmong dan sudah terjadwal Februari bulan depan, hampir serentak dengan agenda tes daerah lainnya se Bolmong raya.

“Dalam waktu dekat, tim BKN datang melakukan pengecekan gedung. Ini untuk memastikan gedung pelaksaan aman dan memenuhi syarat,”ucap dia.

Detail informasi waktu dan lokasi pelaksanaan SKD akan diumumkan kemudian di laman https://bolmongkab.go.id. “Atau bisa juga lewat papan informasi di BKPP Bolmong dan melalui akun instagram @bkppbolmong69,” sebutnya, sembari menambahkan, kelalaian peserta dalam membaca dan memahami pengumuman menjadi tanggung jawab peserta. (Ind)