Dampak Pesat Kebijakan Menteri Perikanan dan Kelautan

oleh -2061 Dilihat
oleh
susi pudjiastuti
susi pudjiastuti

NASIONAL, DETOTABUAN.COM – Sampai dua tahun lalu, industri pengolahan ikan di Asia Tenggara dikuasai oleh Thailand dan Filipina.

Ekspor ikan olahan dan ikan mentah dari kedua negara tersebut lebih besar dibandingkan negara Asia Tenggara lainnya.

Sementara, Indonesia sebagai pemilik lautan terluas dan garis panjang pantai terpanjang di Asia Tenggara hanya menduduki posisi ketiga.

“Namun, kini situasinya mulai berubah. Kekuatan industri perikanan di Asia Tenggara mulai bergeser ke Indonesia” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti Sabtu (16/4/2016) di Singapura, seperti dilaporkan Wartawan ini.

Menurut Susi, ikan-ikan yang diolah di Thailand dan Filipina, untuk kemudian mereka ekspor, sebenarnya banyak yang berasal dari perairan Indonesia.

Baca Juga :  Bendera Merah Putih Sepanjang 117 Meter Dibentangkan di Lapangan Kotamobagu

Lemahnya penegakan hukum terhadap pencurian ikan (illegal fishing) di masa lalu membuat nelayan dan perusahaan penangkapan ikan Thailand, Filipina dan lainnya bebas menangkap ikan di Indonesia dan kemudian membawanya ke negara mereka untuk diolah dan diekspor.

“Tragisnya, ikan yang mereka ambil dari Indonesia ada juga yang diekspor ke Indonesia. Jadi kita membeli ikan yang mereka ambil dari kita,” kata Susi.

Sekarang, kata Susi, dengan kebijakan moratorium perizinan kapal eks asing, mereka tak bisa lagi seenaknya menangkap ikan dari Indonesia.

Larangan bongkar muat ikan di tengah laut (transhipment) semakin menutup pasokan ikan ke Thailand dan Filipina.

Dampaknya, kinerja industri pengolahan perikanan di Thailand dan Filipina merosot. Ekspor perikanan mereka juga menyusut jauh.

Baca Juga :  Pimpin Apel Kopri, Bupati Bolmut Tekankan Pentingnya Kedisiplinan ASN dalam Bekerja

Sementara Indonesia mulai merasakan manfaatnya. Nelayan-nelayan di Tanah Air tak lagi sulit mendapatkan ikan. Kesejahteraan mereka mulai meningkat.

Karena tidak lagi dieksploitasi, ikan-ikan di laut memiliki kesempatan untuk berkembang biak dan tumbuh besar. Nelayan tak perlu lagi melaut jauh ke tengah karena di pinggiran ikan sudah tersedia.

Menyadari tak bisa lagi mengandalkan ikan curian dari Indonesia, perusahaan pengolahan ikan dari Thailand dan Filipina akhirnya datang ke Indonesia untuk berinvestasi.

“Banyak perusahaan dari Thailand dan Filipina yang kini mengajukan permohonan membuka pabrik pengolahan ikan di Indonesia,” kata Susi.

Jadi, menurut Susi, kebijakan yang diterapkannya tidak sebatas menghilangkan pencurian ikan, tetapi dalam jangka menengah panjang memperkuat industri perikanan secara keseluruhan.

Baca Juga :  Bupati Limi Kunker di desa Totabuan Agenda Tanam Benih Jagung

Tujuan akhirnya adalah menjadikan Indonesia sebagai bangsa maritim yang besar seperti dicanangkan dalam Nawa Cita.

“Itulah grand strategy yang kami jalankan,” kata Susi.(kompas)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.