Anggota Komisi V DPR RI Ini Sorot Pembangunan Infrastruktur di Sulut

0
51

SULUT,DETOTABUAN.COM – Anggota Komisi V DPR RI, Hi. Herson Mayulu, SIP, menyoroti berbagai laporan masyarakat terkait pembangunan infrastruktur yang belum berjalan di Sulawesi Utara. Salah satunya, adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Iloilo di Kabupaten Mainahasa Utara, Sulut.

“Pembangunan TPA Iloilo yang membutuhkan lahan seluas 50 hektar, hingga kini masih terkendala pembebasan lahan. Padahal, TPA tersebut direncanakan akan menjadi solusi dari persoalan TPA Sumompo yang sudah tidak layak,” kata Herson, saat pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi V DPR RI dengan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandow, Perwakilan Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, BMKG, dan BNPP/BASARNAS, di Manado, Sulut, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya, ada berbagai laporan masyarakat soal rencana-rencana pembangunan yang belum jalan, seperti contoh tempat pembuanganan sampah IloIlo yang terinfirmasi sudah tiga kali tender, tapi sampai sekarang belum ada.

“Padahal TPA regional itu sangat dibutuhkan di Sulut terutama di Ibu Kota Manado, karena yang ada sekarang sudah tidak mampu lagi,” terangnya.

Selain itu, Herson juga menyoroti kurangnya koordinasi antara Kementerian Perhubungan dengan Pemprov Sulut. Hal ini diketahui Herson saat Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw menjelaskan minimnya koordinasi pembangunan pelabuhan, sehingga Pemda tidak mengetahui apakah pelabuhan tersebut sudah memadai dari sisi listrik, air, maupun akses menuju pelabuhan.

“Jadi memang salah satu yang dikeluhkan oleh Wagub Sulut ini adalah kurangnya koordinasi dan ini memang jadi kendala karena dulu bukan hanya Kemenhub, tetapi balai-balai PUPR itu koordinasinya kurang. Tetapi, Alhamdulillah akhir-akhir ini sudah jadi bagus, contoh kepala-kepala balai dulu kalau dipanggil oleh Gubernur beberapa kali itu tidak mau datang, nah sekarang mereka sudah mau berkoordinasi,” jelas Herson

Persoalan lain yang menjadi perhatian Legislator Dapil Sulut ini adalah, sempat terhentinya penerbangan dari Manado ke Talaud selama tiga bulan.

Hal ini menjadi kekhawatiran bagi Herson mengingat masyarakat Sulut menjadi kesulitan karena terbatasnya akses yang dapat digunakan masyarakat jika ingin berpergian ke/dari Talaud.

Oleh karenanya, Herson menyampaikan keluhan masyarakat kepada Menhub agar akses penerbangan segera dibuka kembali mengingat jelang perayaan Natal banyak masyarakat yang memanfaatkan jalur udara untuk mengunjungi sanak saudaranya.

“Seperti keluhan penerbangan Manado ke Talaud ada tiga bulan tertutup tidak ada antisipasi. Kami mengeluh kepada Pak Menteri kemudian ditindaklanjuti, Alhamdulillah dua minggu ini sudah ada penerbangan ke Talaud sana. Padahal ini kita masyarakat sini mengharapkan agar siap untuk Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru),” ujar Politisi PDI-Perjuangan itu.

Herson menilai secara keseluruhan persiapan Nataru di Sulut sudah baik. Tetapi Herson tetap meminta baik Pemda Sukut maupun mitra kerja Komisi V DPR RI bisa mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi saat perayaan Nataru tiba termasuk potensi bencana.

Ia berharap, BNPP/BASARNAS untuk selalu waspada terhadap potensi bencana yang mungkin saja terjadi di Sulut. Namun karena BNPP masih terkendala peralatan penunjang, sehingga perlu didukung dari DPR RI dan Pemerintah.

Ya namanya bencana inikan kita tidak minta-minta kalau menurut kami Komisi V, bagusnya Basarnas ini gadakerjaan artinya apa engga ada bencana. Tapi ketika ada bencana kemarin kami RDP dengan mereka, mereka terkendala pertama itu tenaga, yang kedua itu peralatan contoh misalnya kapal-kapal cepat, helikopter. Kita di Sulut belum ada. Nah mungkin ke depannya tentu imbauan kami kemarin agar Pemerintah bisa menambahkan anggaran Basarnas sehingga mereka mampu menangani ketika ada bencana,” tutup Herson.

(Sumber : www.dpr.go.id)