DeMo Beber ‘Penikmat Fee Proyek’ Penambahan Tiga RKB SDN I Gogagoman

0
563
Pagar Pembatas yang rapuh, bengkok. dengan dinding yang telah pecah-pecah.

KOTAMOBAGU,DETOTABUAN.COM – Ketua Komite SDN I Gogagoman, Denny MB. Mokodompit, SE atau akrab disapa DeMo, akhirnya membeber penyebab amburadulnya proyek penambahan tiga ruang kelas belajar (RKB) di SDN I Gogagoman, yang dianggarkan oleh pemerintah, lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2015, senilai Rp 479.072.631.

Tampak lantai ruang kelas mulai berlobang.
Tampak lantai ruang kelas mulai berlobang.

Menurut DeMo, dugaan aliran dana pembangunan tiga RKB itu, terungkap saat rapat guru dan komite sekolah belum lama ini. Kepala Sekolah dengan tegas dan jelas menyampaikan, bahwa Anggaran yang digunakan untuk pembangunan 3 RKB itu tinggal Rp 200-an juta lebih.

Tiang-tiang bangunan yang mulai rapuh.
Tiang-tiang bangunan yang mulai rapuh.

“Sebabnya, karena sebagian diberikan kepada berbagai pihak, diantaranya 10 % buat Pejabat di Diknaspora, 3 % fee Konsultan, 3 % kepada Pengawas dan 3% untuk Wartawan,” tulis DeMo dalam press release terbuka yang diunggah lewat akun Facebooknya, Sabtu (27/2/2016) pukul 13.17 wita.

Patut diduga kata DeMo, hal itulah yang menjadi penyebab pengerjaan bangunan asal jadi. Ia mengaku khawatir, kondisi bangunan yang mulai keropos itu bisa membahayakan nyawa para siswa ketika terjadi gempa.

SDN 1 GGG...“Belum satu bulan digunakan, lantai sudah terbongkar, Dinding pengaman (pagar) pecah-pecah, tiang bangunan rapuh, atap bocor, dinding keropos, sementara kerangka atap hanya menggunakan kayu bekas,” ujar mantan anggota DPRD itu.

Ia pun meminta, kiranya aparat penegak hukum agar dapat melakukan peninjauan langsung, untuk membuktikan kondisi fisik bangunan saat ini.

“Penambahan 3 RKB itu tidak layak pakai, pihak terkait dan aparat hukum bisa meng-kroscek langsung ke Guru-guru SDN 1 Gogagoman, apabila terbukti maka kami meminta agar diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

(Fah)

 

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.