Hutan Bolsel ‘Hancur’, Kadis Hutbun Cuek

1
518

BOLSEL,DETOTABUAN.COM – Perambahan hutan di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), beberapa tahun belakangan ini marak terjadi. Para pembalak liar seakan bebas melakukan aktivitasnya, tanpa ada rasa takut sedkitpun melakukan penjarahan di hutan.

Para pembalak liar ini, bebas berkeliaran memasuki daerah Bolsel yang dikenal dengan salah satu pemilik Hutan terbesar di Bolmong Raya.

Ironisnya, kondisi Hutan Bolsel yang kini mulai hancur akibat ulah para pembalak liar, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Maxi Limbat terkesan cuek. Bahkan diduga hanya menutup mata dan membiarkan saja para perambah liar lalu-lalang di hutan Bolsel.

Buktinya, pekan lalu, salah satu warga Desa Poyowa Besar RA (50) alias Ram, tertangkap tangan oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu dan Intel Kodim 1303, membawa sekira 7 kubik kayu rimba campuran yang berasal dari hutan Bolsel. Kayu tersebut, ternyata tidak memiliki dokumen. Dan anehnya, bukan tertangkap oleh petugas Polhut Bolsel melainkan intansi lain yang juga berkantor di Kotamobagu.
Hal ini memantik perhatian dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya Ketua LSM Green Line, Erwin Makalunsenge. Ia mengatakan, sangat meyesali pengawasan hutan dari Dishutbun Bolsel.

“Seharusnya ini tidak terjadi. Apa yang dilakukan oleh pihak Kejari dan Kodim menjadi sebuah pelajaran bagi Dishutbun untuk lebih maksimal lagi dalam melakukan pengawasan. Jangan sampai ini menjadi sebuah tamparan bagi Dishutbun,” ujar Aktivis lingkungan itu.
Ia menambahkan, dengan adanya kejadian tersebut, Bupati Bolsel alangkah baiknya melakukan evaluasi terhadap kinerja Kepala Dishutbun Bolsel.

“Bupati perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja Kadishutbun, ini sangat memalukan bagi citra pemerintah Kabupaten Bolsel,” ucapnya. (Tim)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.