Detotabuan.com,GORONTALO – Hadapi Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, mobilitas masyarakat diprediksi meningkat tajam. Konsumsi energi pun ikut terdongkrak. Mengantisipasi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan kesiapan operasionalnya di Provinsi Gorontalo.
Komitmen itu ditegaskan dalam audiensi bersama Gusnar Ismail di Kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (3/3). Pertemuan dipimpin langsung Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, bersama jajaran manajemen.
Ada dua isu utama yang menjadi fokus pembahasan. Pertama, penguatan tata kelola Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Kedua, kesiapan pasokan BBM dan LPG selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Dalam diskusi tersebut, Pertamina menegaskan komitmennya terhadap transparansi data penyaluran BBM yang menjadi dasar perhitungan pajak daerah. Sinkronisasi data antara Pertamina dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dinilai krusial agar pengelolaan PBBKB berjalan akurat dan akuntabel.
“Sinergi antara pemerintah daerah dan Pertamina penting untuk menjaga stabilitas energi sekaligus memastikan kontribusi sektor BBM terhadap pendapatan daerah berjalan optimal. Transparansi dan komunikasi yang baik harus terus dijaga,” ujar Gusnar.
Dari sisi operasional, Pertamina memaparkan proyeksi kenaikan konsumsi energi selama Ramadan dan Idulfitri. Berdasarkan tren tahun-tahun sebelumnya, lonjakan permintaan BBM dan LPG biasanya terjadi seiring meningkatnya aktivitas perjalanan, distribusi logistik, hingga kebutuhan rumah tangga.
Untuk itu, strategi build up stok telah disiapkan lebih awal. Distribusi ke SPBU dan pangkalan LPG diperkuat, terutama di wilayah dengan tingkat mobilitas tinggi. Selain itu, Satuan Tugas (Satgas) Ramadan–Idulfitri juga akan diaktifkan guna memastikan monitoring penyaluran berjalan harian dan respons cepat terhadap potensi kendala di lapangan.
Deny Sukendar memastikan stok energi di Gorontalo dalam kondisi aman.
“Kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri sudah kami proyeksikan. Stok dalam kondisi aman, distribusi kami perkuat, dan pengawasan dilakukan lebih intensif,” jelasnya.
Ia menambahkan, di saat bersamaan pihaknya juga siap mendukung optimalisasi penerimaan PBBKB melalui tata kelola distribusi yang transparan dan terukur.
Senada dengan itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menilai audiensi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari komitmen membangun hubungan strategis dengan pemerintah daerah.
“Ketersediaan energi dan tata kelola yang akuntabel berjalan beriringan. Kolaborasi seperti ini memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap prima sekaligus memberikan dampak positif bagi daerah,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus mempertegas komitmen bersama antara Pertamina dan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menjaga keandalan pasokan energi. Di tengah momentum Ramadan dan Idulfitri yang identik dengan peningkatan konsumsi, stabilitas energi menjadi faktor kunci dalam mendukung aktivitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan penguatan koordinasi, transparansi distribusi, serta kesiapan operasional yang matang, pasokan BBM dan LPG di Gorontalo diharapkan tetap aman dan lancar sepanjang periode hari besar keagamaan tersebut.







