Ini Pendapat Akademisi Tentang Herson Mayulu

0
134

BMR,DETOTABUAN.COM – Pemilihan anggota DPR RI periode 2019-2024 tak lama lagi digelar. Meski demikian, dari sekian banyak calon anggota DPR RI yang berasal dari Bolmong Raya (BMR), ada satu nama yang dinilai paling berpeluang menjadi perwakilan BMR di senayan, dia adalah Hi. Herson Mayulu, SIP.

Pendapat tersebut, sebagaimana diungkapkan Akademisi Universitas Sam Ratulangi Manado, DR. Ridwan Lasabuda saat dimintai tanggapan terkait peluang calon anggota DPR RI dari BMR.

Menurut Ridwan, ada tiga nilai plus (kelebihan) yang dimiliki Herson Mayulu namun tidak dimiliki calon anggota DPR RI lainnya dari BMR.

“Yang pertama, karena H2M adalah salah satu calon yang sosialisasinya tidak hanya terbatas di BMR, tapi diseluruh wilayah Sulut, hal itu merupakan salah satu kelebihan H2M yang tidak dimiliki calon lainnya di BMR, terutama bagi politisi yang baru pertama kalinya maju ke DPR RI,” terangnya.

Selanjutnya menurut Ridwan, Herson Mayulu maju dari partai yang paling berpeluang lolos Parliementary Treshold (PT) pada pemilu 2019 nanti, sehingga pemilih tak khawatir, suara mereka akan terbuang sia-sia.

“Kita ketahui bersama, bahwa PDIP merupakan partai pemenang Pemilu tahun 2014, sekaligus partai penguasa saat ini. Sehingga, meski ada calon lain yang secara individu dikenal, tapi potensi partainya lolos 4 %, itu juga masih menjadi pertimbangan masyarakat,” terangnya.

Terakhir kata dia, bahwa pencalonan H2M mendapat restu dari Olly Dondokambey yang juga Gubernur Sulut, hal ini dianggap akan memudahkan Herson masuk ke Kabupaten/Kota yang kepala daerahnya berasal dari PDIP.

Meski demikian kata Ridwan, jika para elit politik yang ada di BMR mau duduk satu meja, sebenarnya BMR memiliki peluang mengutus lebih dari satu kursi di DPR RI.

“Untuk bisa mempertahankan hasil Pemilu 5 tahun lalu, para elit di 4 kabupaten 1 kota harus duduk 1 meja dan melepaskan ego masing masing demi akselerasi pembangunan di BMR. Jika ini terjadi, siapa-siapa yang nantinya akan duduk di DPR RI dan DPD RI, sudah bisa dikondisikan,” tutup Ridwan yang juga merupakan dosen di Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) kotamobagu ini.

(Utha)