Ambengan, Tradisi Masyarakat Ikhwan saat Memperingati Maulid Nabi

0
464

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Tradisi unik dilakukan masyarakat Desa Ikhwan Kecamatan Dumoga Barat, saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 Hijriah yang jatuh pada 12 Rabiul Awal, Sabtu (9/11/2019).

Mayoritas warga keturunan Jawa Tondano (Jaton) ini, menggelar acara makan bersama yang disebut Ambengan. Konon, kegiatan ini bertujuan sebagai perekat tali silaturahim antar umat.

Sekelompok Pria sedang melakukan Salawat Jowo yang diiringi tabukan Hadrah atau Musik Rebana, yang dilakukan secara bergantian. 

Dalam prosesinya, masyarakat membawa Ambengan. Ambengan, adalah sebuah Dampi (Wadah berupa Bakul/Nyiru) berisi makanan berupa Ayam Bakar utuh, Nasi dan sayur yang dibuat secara bergotong royong, untuk dibagikan setelah pelaksanaan Salawat Jowo di Masjid setempat.

Dalam sehari semalam mereka menyelenggarakan dua kali Ambengan, yang pertama dilakukan dinihari sekitar pukul 02.00 Wita setelah pembacaan buku Barjanzi, karya Syekh Ja’far al-Barjanzi bin Husin bin Abdul Karim, yang berisi tentang sejarah Nabi Muhammad SAW.

Warga umumnya anak anak, saat menantikan pembagian Ambengan usai pelaksanaan Salawat Jowo dan doa bersama.

Sementara Ambengan kedua, dilakukan usai Shalat Azhar, setelah pembacaan Barzanji yang dilakukan sejak pukul 08.00 Wita.

Bedanya, pembacaan Barjanzi disiang hari diiringi Hadrah atau Musik Rebana yang dilakukan dengan sebuah gerakan khas oleh sekelompok pria, secara bergantian.

Jika acara Ambengan pada malam sebelum Maulid hanya dihadiri para pria dewasa, namun pada siang hari, yang hadir adalah seluruh masyarakat, mulai dari anak-anak hingga para orang dewasa. Bahkan tak sedikit warga dari luar ikut menyaksikan acara ini.

Mereka yang hadir diacara tersebut, semuanya akan mendapat bagian Ambengan untuk dibawa pulang. Karena dibagikannya secara adil dan merata.

“Tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh warga Ikhwan saat Peringatan Maulid Nabi,” ujar tokoh masyarakat setempat, Sudarman Nurhamidin, ST.

Camat Dumoga Barat bersama sesepuh masyarakat Ikhwan saat menikmati Ambengan di Masjid Al Fath Ikhwan.

Menariknya kata dia, jumlah ambengan yang dibawa masyarakat tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. “Ada sekitar 200an lebih. Bagitu juga masyarakat yang hadir, juga lebih banyak,” terangnya.

Ia berharap, kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan, sebagai bagian dari budaya peninggalan leluhur Jawa Tondano (Jaton).

(Redaksi Detotabuan)