Ramadhan Fair 2026 Sukses Digelar, Perputaran Uang Capai Rp 60 Juta

oleh -31 Dilihat
Asisten Administrasi Umum bersama Kepala Dinas Pariwisata , aparat kepolisian, dan panitia berfoto bersama

Detotabuan.com, Boltara— Ramadhan Fair 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) melalui Dinas Pariwisata sukses dilaksanakan selama lima hari di Lapangan Kembar Boroko.

 

Kegiatan yang melibatkan 20 pelaku UMKM kuliner tersebut mencatat pendapatan keseluruhan mencapai kurang lebih Rp 60 juta sebelum resmi ditutup pada Minggu malam (1/3/2026).

 

Acara penutupan berlangsung meriah dan diawali dengan penampilan Tari Boltara dari Sanggar Dow.

 

Ramadhan Fair 2026 secara resmi ditutup oleh Asisten Administrasi Umum, Dr. Hi. Abdul Nazarudin Maloho, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Bolaang Mongondow Utara.

 

Dalam sambutannya, ia menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut sebagai agenda tahunan pemerintah daerah.

Baca Juga :  ini Rincian Anggaran Draft KUA-PPAS Perubahan Boltim 2017

 

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap Ramadhan Fair ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

 

Ia mengatakan kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata itu membawa dampak positif, khususnya bagi pelaku UMKM.

 

“Ramadhan Fair bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi wadah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” katanya.

 

Ia juga berharap ke depan kegiatan ini bisa digelar lebih lama.

 

“Kami berharap Ramadhan Fair dapat berlangsung lebih lama agar manfaatnya semakin besar bagi pelaku usaha,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Bolmut, Moh. Noval Djarumia, menjelaskan bahwa Ramadhan Fair 2026 menjadi bagian dari strategi new branding daerah untuk menggerakkan kembali perekonomian dan pariwisata.

Baca Juga :  Kenalkan Produk, Pemkab Bolmong Ambil Bagian Mengikuti Festival Ilook di Boalemo

 

“Kegiatan ini menjadi sarana promosi daerah, baik di sektor pariwisata maupun ekonomi kreatif,” kata Noval.

 

Menurutnya, selain bernuansa religi, Ramadhan Fair juga menjadi tempat berkumpulnya generasi muda,serta ruang bagi pelaku seni menampilkan pertunjukan Islami.

 

“Ramadhan Fair menjadi ruang kreatif bagi anak muda dan pelaku seni selama bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

 

Selama lima hari pelaksanaan, total perputaran uang mencapai kurang lebih Rp 60 juta.

 

“Pendapatan keseluruhan sekitar Rp 60 juta. Ini menunjukkan kegiatan ini mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelas Noval.

 

Pada kesempatan yang sama, panitia juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba yang telah digelar selama rangkaian Ramadhan Fair.

Baca Juga :  Dispernaker Usulkan Anggaran Lanjutan Sentra Tahu Tempe

 

Dengan berakhirnya Ramadhan Fair 2026, pemerintah daerah berharap kegiatan serupa terus ditingkatkan kualitas dan skalanya pada tahun-tahun mendatang.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

No More Posts Available.

No more pages to load.