Oknum Penyidik Polres Bolmong Diduga Aniaya Firdaus Saat BAP

0
474
Ketua LSM LAKI Bolmong, Firdaus Mokodompit saat memperlihatkan bukti dugaan kekerasan oknum Penyidik Polres Bolmong

KOTAMOBAGU,DETOTABUAN.COM – Tindakan arogansi aparat kepolisian kembali terjadi di tanah Totabuan, kali ini menimpa Ketua LSM LAKI Bolmong Firdaus Mokodompit, warga Desa Poigar III, Kecamatan Poigar Kabupaten Bolmong.

Informasi yang diterima detotabuan.com dari pihak keluarga, Firdaus dianiaya oknum Penyidik di Mapolres Bolmong, karena menolak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dan Surat Penahanan, terkait dugaan perusakan jalan Paving Blok di Desa Poigar III sebagaimana laporan pihak kontraktor beberapa waktu lalu.

“Saya lihat langsung kondisi fisik adik saya (Firdaus.red) Jumat (26/2) kemarin, saya menduga ia dianiaya oknum penyidik, saya mohon Kapolda Sulut segera tindak Kapolres dan Kasatreskrim Polres Bolmong. Sangat tidak patut penyidik menahan terlapor, manakala para pelapor belum di BAP,” terang kakak Firdaus, Darulhak Mokodompit.

Darulhak menduga, penahan terhadap Firdaus berkaitan erat dengan kasus-kasus yang gencar disuarakan Ketua LSM LAKI Bolmong itu.

“Bisa jadi karena adik saya (Firdaus), gencar ‘membuka’ dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum Polres Bolmong serta kasus-kasus korupsi para pejabat di sejumlah daerah, kami tidak mempermasalahkan Firdaus dilidik terkait kasus Paving Blok yang dipasang tidak sesuai spesifikasi, dan kami tidak mencampuri proses hukum karena itu merupakan wewenang aparat kepolisian, namun tindakan arogansi aparat tidak bisa kami terima, penganiayaan tahanan merupakan tindakan pelanggaran HAM, sehingga kami akan melaporkan hal ini ke Propam Polda Sulut,” tukasnya.

firdaus1Anehnya, meski foto-foto bekas luka lebam yang diunggah keluarga Firdaus sudah beredar di media sosial (facebook), namun Kabag Humas Polres Bolmong, AKP Saiful Tammu tetap membantah dengan tegas kabar tersebut.

“Siapa yang dipukul?, Keadaan TSK sekarang sehat walafiat tuh?, Ini saya barusan ngecek keruang pemeriksaan sekarang TSK sedang didampingi penasehat hukumnya untuk diambil keterangan,” kata Tammu, ketika dikonfirmasi lewat pesan singkat, Blackberry Massanger (BBM), Sabtu (27/2/2016) kemarin.

Bahkan menurut Tammu, kabar pemukulan itu hanya issu dari segelintir orang.

“Itu issu, tidak benar adanya, penyidik kami sangat profesional dalam melaksanakan tugas,” pungkas Tammu.

(Tio)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.