Tiba di Bolsel, BNPB Bawa Bantuan dan Tinjau Kondisi Terkini Pasca Banjir dan Tanah Longsor

0
214

BOLSEL,DETOTABUAN.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akhirnya tiba di Kabupaten Bolsel, Rabu (05/08/2020) tadi dengan menggunakan Helikopter.

Rombongan yang di Pimpin Kasie Pemantauan Evaluasi dan Pelaporan Kedaruratan BNPB, Asep Supriana Kalalo didampingi Kepala BPBD Sulut, dijemput langsung oleh Bupati Bolsel, Hi. Iskandar Kamaru, Wabup, Sekda serta jajaran pejabat Pemkab Bolsel di Landasan Helikopter (Helipad), Kompleks Islamic Center Desa Pintadia Kecamatan Bolaang Uki.

Menurut Bupati, kedatangan Tim BNPB untuk menyalurkan Logistik dan meminjampakaikan 1 unit Helikopter untuk memudahkan penyaluran bantuan di beberapa titik, akibat putusnya jalur darat pasca dihantam banjir.

“Satu-satunya akses yang ada yakni melalui jalur laut, tapi memakan waktu kurang lebih 2 jam. Kalau menggunakan Helikopter, kita hanya perlu 20 menit untuk sampai ke titik lokasi,” kata Bupati.

Bupati mengaku bersyukur, atas adanya bantuan dari BNPB dalam proses pendistribusian logistik kepada korban banjir.

“Tentunya kami berterima kasih, sebab ini sangat membantu pemerintah daerah dalam melakukan penyaluran bantuan ke warga terdampak banjir bandang,” ucap Bupati.

Sementara itu, Asep Supriatna saat diwawancarai awak media mengatakan, bahwa BNPB membawa bantuan sebanyak 9,2 Ton untuk didistribusikan ke korban-korban banjir.

“Bantuan yang kami bawa dalam bentuk paket sandang, selimut, Matrax, tenda pengungsi, tenda keluarga, dan bahan lainya, untuk didistribusikan ke korban banjir di kabupaten Bolsel, sesuai arahan dari bapak kepala BNPB pusat,” terangnya.

Lebih lanjut kata dia, bantuan tersebut, sebagian besar masih berada di Manado, namun akan segera dibawa dengan menggunakan Truk-truk BNPB, apalagi jembatan Kosio, saat ini sudah bisa dilalui kendaraan berat.

“Nah, Helikopter yang kami bawa ini, nantinya akan berada di Kabupaten Bolsel selama masa darurat dari pemerintah, yang akan turut membantu pendistribusian logistik ke desa-desa terisolir,” sebutnya.

Kepada masyarakat, ia mengimbau untuk tetap waspada, karena sesuai Rilis BMKG, curah hujan pada bulan Agustus ini ada di kisaran 301 sampai 400 mm.

Pada kesempatan itu, BNPB bersama Bupati, Kapolres Bolsel dan Kepala BPBD Provinsi Sulut Joi Oroh, melakukan pemantauan lewat udara dibeberapa titik terparah, diantaranya Desa Milangodaa, Molangodaa Barat dan Desa Pakuku.

(Tio)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.