Kamaru Pimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kabupaten Bolsel

0
148

BOLSEL,DETOTABUAN.COM –Bupati Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) Iskandar Kamaru SPt, menjadi Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila, yang jatuh pada Sabtu 1 Juni 2019 tadi.

Upacara yang digelar di Halaman Kantor Bupati, turut dihadiri Wakil Bupati Bolsel Deddy Abdul Hamid, Staff Ahli, para Assisten, Pimpinan OPD, unsur Forkopimda dan ASN dilingkup pemerintahan kabupaten Bolsel.

Membacakan sambutan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI Hariyono, Bupati Bolsel mengatakan, kita patut bersyukut karena Pancasila mampu menyatukan semua sebagai satu bangsa dan hidup dalam negara kesatuan Republik Indonesia.

“Dengan kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai negara kepulauan, makin memperkokoh konsep dan keyakinan akan tanah air Indonesia,” ujar Kamaru.

Kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudra, pasifik dan hindia, serta di antara dua benua, asia dan australia, meneguhkan bahwa kita sebagai bangsa memiliki ruang hidup tanah air sebagai satu kesatuan.

Bupati menambahkan, ada relasi dan perpaduan antara darat dan laut yang saling menguatkan, sebagaimana dalam konsep wawasan nusantara. Di wilayah nusantara tumbuh flora dan fauna yang beragam. Keberagaman secara natural merupakan karakateristik dari ke-Indonesiaan yang digali para pendiri bangsa, merupakan suatu anugerah yang tiada tara dari Tuhan buat bangsa Indonesia.

Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai Pancasila, kita akui bahwa eksistensi ke-indonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai negara yang masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila,” ungkapnya.

Pancasila sebagai suatu keyakinan dan pendirian yang asasi, harus terus diperjuangkan. Bupati mengatakan, berkat Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang ada, dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam wadah dan slogan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebagai bangsa besar kita tidak akan meninggalkan sejarah, apa yang oleh bung karno pernah disebut Jas Merah. Peringatan hari kelahiran Pancasila 1 Juni bukan sesuai yang terpisah dari momentum perumusan piagam Jakarta.

Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi, yang diperlukan mulai saat ini adalah bagaimana kita semua mengamalkan Pancasila secara simultan dan terus menerus.

“Dengan merayakan hari kelahiran Pancasila kita bangun kebersamaan dan harapan, untuk menyongsong kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik,” tuturnya. (**)