Urun Rembuk Para Tokoh BMR, Dorong Percepatan Pemekaran P-BMR

0
210

BOLMONG,DETOTABUAN.COM – Sejumlah Tokoh yang ada di Bolmong Raya (BMR), menggelar pertemuan yang digelar di Pantai Losari, Desa Lolak, Kabupaten Bolmong, Sabtu (25/06/2022) kemarin.

Pertemuan yang digagas oleh Arman Mokoginta, Dion, Sumitro Tegela, Uwin Mokodongan dan Icek Lasupu itu, menjadi ajang sampaikan berbagai gagasan, ide, sumbang saran hingga spirit peduli tentang bagaimana memajukan BMR.

Beberapa hal yang mencuat dalam diskusi tersebut diantaranya keseimbangan mengalirnya politik anggaran APBD Provinsi ke BMR, Beasiswa Pemprov, Kemudahan masuk PTS terutama Kedokteran, posisi Birokrat BMR dalam pemerintahan ODSK, hingga percepatan pembentukan PBMR, menjadi topik diskusi utama dalam forum urun rembuk itu.

“Kami berharap para senior memikirkan percepatan lahirnya bayi PBMR, selain itu kita semua harus Komitmen wujudkan buku sejarah bolaang mongondow dan Bersatunya 4 swapraja bolaang mongondow yang bisa memberi spirit generasi kedepan bahwa kita miliki nilai Patriotik memperjuangkan daerah bolaang mongondow ini,” ujar Dion.

Tampak para tokoh BMR yang hadir dalam pertemuan tersebut

Senada disampaikan pemerhati Budaya Bolmong Sumitro Tegela. Menurutnya, sejarah adalah Mata Telinga masa lalu yang perlu diambil, makna kesejarahannya bahwa kita orang mongondow miliki Peradaban, sikap Patriotik, yang tak pernah dikalahkan oleh penjajah. walaupun kadang kita dimanfaatkan dengan politik adu domba “de vide at impera” ala belanda.

Sementara itu, Tokoh Dumoga Raya Muhammad Syahrudin Mokoagow mengatakan, BAKID PBMR menjadi pintu masuk percepatan BMR menjadi provinsi sejajar dengan Gorontalo. “Kita harus belajar kepada saudara kita di Gorontalo,” ujar politisi PKS itu.

Menanggapi hal itu, salah satu panitia pemekaran PBMR Jainudin Damopolii mengatakan, Gorontalo saja yang waktu itu hanya 3 kabupaten bisa menjadi provinsi sementara BMR yang sudah memenuhi syarat secara administrasi 4 Kabupaten 1 kota kenapa tidak bisa dimekarkan.

“Padahal PBMR itu telah ada Ampresnya dan paling lengkap administrasinya, sementara secara geopolitik, kita berdampingan dengan Malaysia dan Fhilipina, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah pusat untuk menghambatnya hanya karena Moratorium,” ujar mantan Wakil Walikota Kotamobagu itu.

Para tokoh BMR yang hadir dalam pertemuan tersebut

Sementara kata Jainudin, moratorium bukanlah undang-undang, bukan pula Peraturan Pemerintah, atau ada Inpresnya, tapi hanya aturan tak tertulis yang dikeluarkan Wapres JK.

Mantan Ketua DPRD Provinsi Sulut Syahrial Damopolii mengaku optimis, perjuangan PBMR bisa terealisasi apabila penjabat Bupati Bolmong Limi mampu merangkul semua kepala daerah di BMR untuk bersatu.

Penjabat Bupati Bolmong kata Syahrial, memiliki 5 sifat Bogani sehingga ia optimis Pj Bupati mampu melakukan itu.

Pertama, MOKODOTOL artinya merujuk ke suatu sifat atau tindakan yang memiliki arti mampu berbuat tegas, kuat dan keras dalam mendobrak hambatan/rintangan, mampu melawan, mengalahkan, dan menguasai, selanjutnya

Kedua, MOKOBANGKAL artinya disegani, dihormati, dibanggakan.

Ketiga MOKOANGA’, artinya jika disematkan pada seseorang maka artinya, orang itu merupakan sosok yang kharismatik, disenangi, populis, pujaan, disukai.disayangi.

Keempat MOKOSIPUN yang artinya mampu mengumpulkan ide Gagasan Membangun Bolaang Mongondow.

Kelima MOKOTAREANGKUM yang artinya mampu menyatukan yang terpisah-pisah dengan menghimpunnya sekaligus.
Menyatukan Perbedaan untuk kemajuan rakyat dgn tidak membedakan Suku-Marga- Agama- golongan- pangkat- jabatan.

“Saya tidak meragukan kemampuan Limi sebagai Birokrat sejati yang sudah 38 tahun mengabdi, memimpin Bolaang mongondow sebagai Penjabat Bupati, dengan kehadiran panggulu (Camat) wakili Kolano, menunjukkan beliau menghargai Pertemuan BMR Bangkit hari ini,” sebutnya.

Selanjutnya Sekda Bolmut Jusnan Mokoginta memberikan testimoni bahwa SDM putra BMR, miliki jiwa fighting (Petarung) tinggi tak kalah dengan daerah lain, hanya saja menurut dua, perlu adanya persatuan dan saling topang, dalam perjuangan bersama bagi kepentingan rakyat BMR.

Berikut 4 Usulan Konkrit yang lahir dari Pertemuan tersebut ;

1. Agenda perjuangan PBMR dengan catatan ;

Rombak struktur Presidium lebih ramping dan masukkan potensi kader 4 ex Swapraja.

Rampungkan komitmen bersama 5 Bupati Walikota untuk tandatangani kesepakatan dan kesepahaman perjuangan P-BMR.

Mengusulkan Syachrial K Damopolii, menggantikan Almarhum Drs. H. Abdullah Mokoginta, sebagai Ketua Umum Presidium Pemekaran PBMR.

2. Tim Kecil Penyusunan buku Sejarah Bolaang Mongondow oleh H.M Taulu skaligus penunjukan Editor. Demikian buku kedua Bersatunya 4 SWAPRAJA Bolaang Mongondow Dion – Sumitro Tegela dan kawan- kawan.

3. Gerakan Ekonomi Rakyat dengan Fasilitasi KUR bagi Pelaku Ekonomi 25 juta sampai dengan 500 juta.

Gerakan “IGAY MONONGGOBAK TAKIN KOLANO (Mari berkebun bersama pemimpin/Pj Bupati Bolmong) targetnya Swasembada Pangan dan mengembalikan bolmong sebagai Lumbung Beras.

4. Gerakan Mendorong payung hukum “OADATAN IN BOLAANG MONGONDOW (Adat Bolang Mongondow) Diajukan Tim Adhock 5 yang dipimpin Chairun Mokoginta.

(Red)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.